Thursday, April 30, 2015

Superlative and Oversimplification

Hari ini, 30 April 2015, saya menemukan tautan di Facebook ke sebuah situs dengan berita tentang "10 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia, 3 dari Yogyakarta" dari sini yang dikutip dari Solopos.
Berhubung almamater saya, Universitas Sanata Dharma, masuk dalam 10 besar daftar tersebut, maka ramai pulalah laman Facebook saya yang memang penuh dengan kawan-kawan saya yang juga kuliah di universitas yang sama. Sebagian besar yang melihat berita tersebut langsung meng-klik LIKE dan mengatakan, "Bangga, Hebat, dan bla bla bla" lainnya.

Well, bangga terhadap almamater sendiri memang tak bisa disalahkan namun ada baiknya lebih kritis ketika melihat segala sesuatunya - apalagi jika berbicara mengenai situs berita online yang penuh dengan eksploitasi dan provokasi seperti yang pernah saya bahas di sini.

Beberapa orang berkomentar tentang benar atau tidaknya survey tersebut. Saya juga awalnya mengira survey bayaran - apalagi kita di Indonesia jadi sedikit lebih skeptis terhadap survey mengingat kasus pilpres 2014 silam.

Namun ternyata ini bukan salah surveynya tapi lebih ke penulis artikelnya yang terlalu superlatif dan sama sekali tidak deskriptif ketika menuliskan beritanya (plus editornya juga karena tidak mengecek kembali atau malah sengaja supaya provokatif seperti saya yang menulis tulisan ini). Lihat saja tulisan di artikel tersebut, tidak dijelaskan 4icu.org itu siapa, bagaimanakah kriteria penilaian 'terbaik' itu, apakah ada konfirmasi juga dari pihak pertama sebagai pelaksana 'survey'. Isi tulisan artikel tersebut hanyalah menjabarkan ada berapa universitas dari kota A, berapa dari kota B, berapa dari kota C, yang sebenarnya juga bisa dilihat di tabel yang disertakan.

4icu.org, situs yang dirujuk berita tersebut, sebenarnya juga sudah menjelaskan cukup detil mekanisme dan algoritma yang digunakan untuk menentukan ranking. Anda bisa melihatnya di sini.

Ini kutipannya:

"The current ranking is based upon an algorithm including five unbiased and independent web metrics extracted from three different search engines:
Google Page Rank
Alexa Traffic Rank
Majestic Seo Referring Domains
Majestic Seo Citation Flow
Majestic Seo Trust Flow"

Sederhananya, daftar tersebut merupakan daftar kampus yang paling sering dibahas dan dicari informasinya di dunia maya (bisa soal negatif, atau juga positif) - bisa juga kampus dengan penduduk (mahasiswa, dosen, dan kawan-kawannya) yang paling aktif di internet. Lagipula, 4ICU hanya mengatakan WEB RANKING - bukan "THE BEST University".



Mungkin, andai saja judul artikelnya diganti yang tidak superlatif dan lebih deskriptif, saya lebih maklum. Jadi, seharusnya daftar tersebut lebih tepat jika diberi judul, "10 Kampus Swasta yang Paling Banyak Diperbincangkan di Dunia Maya." Yah, mungkin mereka memang lagi kejar setoran Page Views jadi semua hal harus dilakukan, termasuk membodohi pembaca.

Sayangnya, lebih banyak pembaca yang puas dengan sentimen kota, almamater, dan yang lainnya ketimbang melihat segala sesuatunya dengan kritis. Padahal seharusnya mahasiswa atau yang malah yang sudah lulus seharusnya lebih kritis terhadap semua bentuk eksploitasi. Well, mungkin saya yang terlalu banyak berharap...

"Unfortunately, people prefer simple thing - either it's just a bad or a good thing - to learning the truth, the algorithm, the reasons, or the purposes."

Jakarta, 30 April 2015
Yabes Elia.

1 comment: