Ternyata hari ini
adalah hari Valentine. Hmm, saya mungkin akan berpura-pura ikut merayakannya
meski saya sebenarnya tidak terlalu percaya dengan hari-hari khusus yang
seringkali dianggap sebagai momen-momen khusus untuk melakukan sesuatu. Meski
memang, saya setuju jika hal-hal yang berkaitan dengan cinta, pacaran, dan
berhubungan memang selalu menarik diperbicangkan. Perjalanan mencari pacar
ataupun proses dalam berhubungan dengan pasangan masing-masing pun memiliki
persoalannya sendiri-sendiri. Well, namanya juga hidup. Setiap proses hidup
pasti memiliki masalah. Masing-masing individu yang terkait dengan proses
bercinta itu tadi juga pasti memiliki masalahnya sendiri. Tentunya, para pelaku
yang bermasalah itu tadi pada akhirnya juga akan menghasilkan masalah baru. Satu
hal yang terkadang membuat permasalahan semakin pelik adalah ketika kita juga
seringkali disodorkan sebuah konsep ‘mistis’ bernama “jodoh”.
Wednesday, February 13, 2013
Never Settle Gamer, Never...
Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan
sebuah promosi dari AMD bernama Never Settle Reloaded. Program ini merupakan
lanjutan dari program promo beberapa waktu silam yang memberikan hadiah free
games kepada para pembeli kartu grafis AMD Radeon seri HD 7900 dan 7800. Kali
ini, Never Settle Reloaded membagi-bagikan game-game menarik seperti Crysis 3, DmC, Tomb Raider, dan BioShock Infinite bagi para pengguna
kartu grafis AMD Radeon. Memang, kita tetap harus mengunduh game-game tersebut
karena AMD hanya memberikannya dalam bentuk Steam code (karena itu kita juga
harus membuat akun Steam bagi yang belum memilikinya). Tentunya, akan lebih
menarik ketika promo tersebut langsung memberikan DVD installer karena para
pengguna tadi tidak harus mengunduhnya dari internet, mengingat sebagian para
gamer di Indonesia memiliki koneksi internet yang tidak terlalu dapat
‘diandalkan’. Namun demikian yang menarik bagi saya adalah Never Settle
Reloaded tidak hanya sebuah bentuk promosi namun juga sekaligus bentuk edukasi,
terutama bagi para gamer di Indonesia.
Kemampuan Berbahasa
Beberapa waktu yang lalu saat tempat dimana saya bekerja membuka lowongan pekerjaan, saya sempat tergelitik saat melihat sebuah pertanyaan di formulir yang ditujukan bagi para pelamar. ‘Kemampuan Berbahasa: (Isi dengan Kurang, Cukup, Baik, Baik Sekali)’, begitulah kira-kira pertanyaan yang harus dijawab oleh para pelamar pekerjaan. Saya memang belum pernah mengadakan survei mengenai pertanyaan ini namun saya cukup yakin sebagian besar orang akan mengisikan jawaban ‘Baik Sekali’ untuk kemampuan berbahasa Indonesia.
Tuesday, February 12, 2013
Ketika Wanita Bercinta
Aku terbangun sendiri dan telanjang...
Devil's Stupidity
Subscribe to:
Comments (Atom)
